KKN Tematik
Keaksaraan Fungsional (KF)
Secara khusus tujuan yang ingin dicapai KKN Tematik KF ini adalah:
1. Membelajarkan masyarakat/warga belajar yang masih buta aksara untuk mampu baca,
tulis dan hitung dalam konteks kegiatan sehari-hari pada level dasar dan
lanjutan sehingga memperoleh SUKMA.
2. Memahami dan mencari sulusi mengenai persoalan-persoalan yang berkembang di
masyarakat khususnya yang berhubungan dengan pendidikan.
3. Memberikan life skill berbasis potensi lokal untuk memotivasi warga belajar
melakukan proses pembelajaran.
4. Meningkatkan pelayanan pendidikan untuk semua melalui gerakan penyuluhan,
pembinaan, pendampingan dan publikasi keaksaraan fungsional pada lembaga
organisasi sosial fungsional.
5. Meningkatkan swadaya, partisipasi masyarakat melalui kegiatan terpadu
kelembagaan yang ada seperti Posyandu, PKK, Majelis Taklim, PKBM, Kegiatan
Pemuda dan Remaja Masjid
KKN Tematik Keaksaraan Fungsional (KKN Tematik-KF)
a. Mengidentifikasi masyarakat yang tergolong usia produktif ( 15 s/d 45
Tahun) yang masih buta aksara di lokasi
KKN Tematik mahasiswa UPI
b. Melaksanakan proses pembelajarkan Keaksaraan Fungsional bagi masyaraat yang
masih buta aksara agar mampu membaca, menuulis dan hitung dalam konteks
kegiatan sehari-hari pada level dasar
dan lanjutan sehingga memperoleh SUKMA, bekerja sama dengan PKBM, PKK, Majelis
Taklim, Remaja Masjid /Pemuda masyarakat/warga belajar yang masih buta aksara
untuk mampu baca, tulis dan hitung dalam konteks kegiatan sehari-hari pada
level dasar dan lanjutan sehingga memperoleh SUKMA.
c. Memberikan keterampilan fungsional (Leff
skill) berbasis potensi lokal untuk memotivasi warga belajar.
d. Penyuluhan, pembinaan, pendampingan dan publikasi program Keaksaraan Fungsional
pada lembaga organisasi sosial fungsional.
e. Penguatan kelembagaan yang ada seperti PKK, Majelis Taklim, PKBM, Kegiatan
Pemuda dan Remaja Masjid di dalam melakukan program pendidikan.
Target kegiatan KKN Tematik Keaksaraan Fungsional adalah:
a. Terlaksananya program Keaksaraan Fungsional bagi masyarakat/warga belajar yang masih buta
aksara sehingga mampu membaca, menuulis dan berhitung dalam konteks kegiatan
sehari-hari pada level dasar dan lanjutan sehingga memperoleh SUKMA, bekerja
sama dengan PKBM, PKK, Majelis Taklim, Remaja Masjid /Pemuda .
b. Terdapatnya sulusi mengenai persoalan-persoalan yang berkembang di
masyarakat khususnya yang berhubungan dengan program Keaksaraan Fungsional
c. Terlaksananya program leff skill berbasis
potensi lokal untuk memotivasi warga belajar.
d. Meningkatnya pelayanan pendidikan untuk semua melalui gerakan penyuluhan,
pembinaan, pendampingan dan publikasi keaksaraan fungsional pada lembaga
organisasi sosial fungsional.
e. Terdapatnya swadaya, partisipasi masyarakat di dalam meningkatkan
pendidikan masyarakat melalui kegiatan
terpadu kelembagaan yang ada seperti, PKK, Majelis Taklim, PKBM, Kegiatan
pemuda dan Remaja Masjid